Kupas tuntas tentang aqiqah “nikah aja belum?”

Seringkali kita mendengar tentang aqiqah, misalnya saja di televisi. Banyak para artis yang di ekspos beritanya karena melaksakan aqiqah dari bayinya. Namun apakah kalian tahu, apakah sebenarnya aqiqah itu?. Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas secara lengkap, apasih aqiqah itu?. Berikut penjelasanya.

Pengertian aqiqah menurut Bahasa dan istilah

Secara Bahasa kata aqiqah berasal dari Bahasa arab “al-‘aqiiqatu” yang artinya memotong. Menurut para ahli ulama, istilah memotong disini bisa bermakna ganda. Yakni memotong atau menyembelih hewan ternak dan memotong rambut si bayi. Abu Ubaid mengatakan bahwa kata aqiqah berarti rambut atau bulu yang ada pada bayi ketika baru dilahirkan. Ulama lain menyebutkan bahwa kata aqiqah berasal dari kata “Al-qath’u” yang bermakna memotong atau memutuskan.

Sedangkan menurut istilah, aqiqah adalah pemotongan atau penyembelihan hewan ternak dalam rangka beribadah dan bersyukur kepada Allah karena kelahiran anak baik laki laki maupun perempuan yang disertai dengan memotong rambut bayi yang dilaksanakan pada hari ke tujuh setelah kelahiran bayi.

Tujuan aqiqah

Setiap ibadah yang disyariatkan oleh Allah, tentu memiliki hikmah dan manfaat yang sangat besar bagi ummat manusia. Bahkan dalam penciptaan langit dan bumi, serta makhluk yang paling kecilpun, terdapat hikmah dan manfaat didalamnya. Semuanya yang Allah ciptakan tidak ada yang sia sia. Allah juga tidak merasa malu karena telah menciptakan makhluk yang kecil, walaupun dalam pandangan manusia itu merugikan.

Demikian juga dengan tujuan aqiqah untuk menyembelih hewan ternak saat kelahiran anak. Aqiqah ini mengandung banyak hikmah diantaranya:

a. Sebagai tanda rasa syukur kita kepada Allah karena telah mengaruniakan sang anak.

b. Untuk mengisytiharkan kepada masyarakat umum tentang anugrah yang dikaruniakan oleh Allah.

c. Untuk memuliakan kehidupan anak dengan perkara perkara kebaikan.

d. Mempererat hubungan silaturrahmi antara masyarakat dengan keluarga yang dikaruniakan anak.

d. Melahirkan rasa kegembiraan karena mendapat zuriat yang menepati Sunnah rosulullah SAW.

Hukum melaksanakan aqiqah

Hukum melaksanaka aqiqah itu sama seperti ibadah qurban yaitu Sunnah mu’akkadah ( Sunnah yang sangat dianjurkan ). Kecuali jika kalian sudah bernazdar, maka wajik untuk melaksanakan aqiqah. Sebaiknya aqiqah dilaksanakan pada hari ke tujuh setelah kelahiran anak. Aqiqah berbeda dengan penyembelihan pada umumnya. Aqiqah memiliki tujuan khusus yaitu sebagai wujud syukur atas kelahiran dan keselamatan si bayi mulai dari kandungan sampai ke dunia.

Rukun rukun aqiqah

Jika kita semua membicarakan tentang rukun aqiqah, maka tidak akan lepas dari tiga permasalahan berikut ini:

a. Dalam hal waktu, yaitu kapan dilaksanaknya aqiqah

b. Kapan waktunya rambut si bayi itu dicukur

c. Kemudian apa yang akan kita lakukan dengan cukuran rambut sibayi itu.

Untuk menjelaskan permasalahan diatas, waktu yang utama dilakukan aqiqah itu pada hari ke tujuh setelah kelahiran anak. Atau juga bisa pada hari ke empat belas atau hari ke dua puluh satu, dan seterusnya. Rambut sibayi dicukur bisa pada saat pelaksanaan aqiqah, rambut si bayi ditimbang kemudian menyedekahkan dengan hitungan harga perak seberat timbangan rambut tersebut.

Tata cara aqiqah

Sebagai seorang muslim sudah selaknya mengetahui tentang tata cara aqiqah. Adapun tata cara aqiqah yang benar menurut islam sendiri adalah

a. Mengetahui wktunya

Waktu aqiqah yang paling utama adalah pada hari ke tujuh setelah kelahiran si bayi. Tetapi jika kalian sedang berhalangan tidak bisa melaksanakan pada hari ke tujuh, maka bisa dilakukan pada hari ke 14, 21 dan seterusnya.

b.  Mengetahui jumlah hewan yang akan diaqiqahkan

Jika kalian ingin menyembelih kambing karena kelahiran si bayi, maka dua kambing untuk bayi laki laki, dan satu kambing untuk bayi perempuan. Tetapi jika kalian belum mampu untuk membeli dua ekor kambing untuk bayi laki laki, maka diperbolehkan untuk membeli satu ekor kambing saja.

c. Hewan yang disembelih harus memenuhi syarat

Hewan yang menjadi syarat untuk disembelih saat aqiqah adalah hewan yang memiliki kriteria sama dengan hewan qurban. Maka sangat dianjurkan jika kalian memilih hewan qurban atau aqiqah yaitu domba putih yang sehat. umur hewan satu tahun ke atas atau sudah berganti giginya.

Pembagian daging aqiqah

Pembagian daging aqiqah diberikan dalam keadaan sudah dimasak. Kalian boleh mengundang keluarga atau tetanggan dekat untuk menyantapnya. Hal ini berbeda dengan pembagian daging qurban yang dibagikan dalam keadaan belum dimasak.

Aqiqah setelah dewasa

Aqiqah ketika dewasa itu tidak perlu dilakukan, karena aqiqah yang paling utama yaitu ketika hari ke tujuh setelah bayi lahir. Atau hari ke 14 atau juga hari ke 21. Jika ingin mengaqiqahi ketika dewasa, maka tetap menjadi tanggungan orang tua. Dilahat apakah saat kelahiran, orang tua dalam keadaan mampu atau tidak. Jika saat itu mampu, maka hendaklah orang tua menunaikan aqiqah untuk anaknya. Jika orang tua saat itu tidak mampu, maka tidak ada masalah jika tidak melakukan aqiqah untuk anaknya.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi solusi permasalahan permasalahan kalian, terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *